Tuesday, May 29, 2007

Lost in Thought!!

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

When i stroll down my lazy feet
while lost deep in thought
along the malacca's beach yesterday..

all the years left behind
brought all the memories remain
thus i hope i can delay just
a little bit of that precious time
just to check whether
i'm doing just fine through out
my entire life so to speak..

but somehow,the reality ruins my life
and i'm fully-realized that..

Thursday, May 24, 2007

< Champions League Final 2007 > AC Milan 2 v Liverpool 1

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

A goal in each half from Filippo Inzaghi ensured AC Milan avenged their defeat by Liverpool FC in Istanbul two years ago to claim the European Champion Clubs' Cup for a seventh time here in Athens.

A double strike from AC Milan No.9 fully justified coach Carlo Ancelotti's decision to select the veteran ahead of Alberto Gilardino. The gods were smiling on the 33-year-old when he deflected in Andrea Pirlo's free-kick on the stroke of half-time though there was no doubting his ability when he rounded Pepe Reina to make sure of victory with eight minutes remaining.

Mindful of the damage Milan caused in the first half in Istanbul, Liverpool manager Rafael Benítez was taking no chances. The Spaniard opted for a five-man midfield with Jermaine Pennant and Boudewijn Zenden on the wings, while captain Steven Gerrard moved inside to provide support for lone forward Kuyt. The tactic had the desired effect as Liverpool held the ball well, showing no signs of the nerve. Pennant worked the first opening on nine minutes, dispossessing Alessandro Nesta before drawing a sprawling save from Dida. Pennant's pace provided a nuisance but Milan also threatened, Pirlo coming close to releasing Inzaghi before Pepe Reina saved well from Kaká.

The Brazilian was coming into the game, bringing the Milan fans to their feet with one supreme drag-back and turn, yet neither side could put their stamp on a surprisingly open contest. Xabi Alonso and John Arne Riise both missed from distance while, for Milan, Massimo Oddo and Marek Jankulovski were dangerous pushing forward down the flanks.However, the 38-year-old Maldini had become the oldest outfield player to appear in a European Cup final, his record-equalling eighth, and was being kept busy.

A defensive lapse at the other end, however, cost Liverpool dearly on 45 minutes. Kaká for once was afforded too much space on the edge of the box and was brought down by Alonso. Pirlo's free-kick eluded the Liverpool wall but struck Inzaghi and deflected in. Five of the Liverpool team that started the final two years ago were picked again here, against seven survivors from Milan. Having been given the rare opportunity to make amends for the disappointment of 2005, the Rossoneri were in no mood to let another lead slip. It was Gerrard who had sparked the recovery in Istanbul, and Liverpool looked to their talisman once again to lift them. On 61 minutes Gennaro Gattuso's misplaced pass was intercepted by the Reds captain and he breezed past Nesta into the area only to shoot weakly at Dida.

With Massimo Ambrosini and Gattuso shielding the Milan back four, Liverpool were finding chances hard to come by and with 13 minutes to play Benítez brought on Peter Crouch for Javier Mascherano to try and open up the match. This time, though, there would be no comeback. Kaká, so often Milan's match-winner en route to the final, turned provider here, slipping the ball through to Inzaghi who scored with a typically clinical strike. Kuyt sparked hope when he nodded in Daniel Agger's flick-on from a corner in the last minute of normal time but this was Milan's night.

Tuesday, May 15, 2007

what a relief!!!

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

sometimes we knew the time is come
to make a backward move
after u think all ur sacrifices and determinations
r not so important anymore..

enough is enough
today i was a new man all the way
and i had a pride to sustain & move on with my life..
no regret,no hard feeling..

deep down inside my heart
my inspirations and desires blaming fiercely...

what a relief!!

Saturday, May 12, 2007

without love all beauty dies...

Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Sesiapa yg mengaku melakukan empat perkara tanpa bukti empat perkara maka pengakuannya ialah dusta.Tiada kebenaran daripadanya melainkan dusta semata-mata

"..Seseorg yg mengaku merindui dan mencintai syurga tp dia tidak mentaatinya .Org itu mengaku merindui dan mencintai Rasullullah s.a.w tp tidak menyukai ulama dan fuqaha.Selepas itu dia mengaku amat takut terhadap seksa api neraka tp dia tidak meninggalkan maksiat.Akhirnya dia mengaku dia begitu cinta dan rindu pada Ilahi padahal dia mengeluh ketika ditimpa bala,maka pengakuannya itu ialah satu pembohongan yg besar.."

Friday, May 11, 2007

"Kalimatallahu Hiyal U'lyaa....."

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Seorang cikgu lelaki sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada
pelajar2nya. Dia duduk menghadap pelajar2nya.
Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pemadam.

Cikgu itu berkata, "Saya ada satu permainan... caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!",jika saya angkat pemadam ini, maka katalah "Pemadam!.."
Pelajar2nya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.

Beberapa saat kemudian guru kembali berkata,
"Baik sekarang perhatikan.. Jika saya angkat kapur, maka
sebutlah "Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka katakanlah "Kapur!".

Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja pelajar2 tadi keliru dan kekok dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka terbiasa dan tidak lagi kekok.Selang beberapa saat, permainan berhenti.

Cikgu tersenyum kepada pelajar2nya…
"Begitulah kita umat Islam. Mulanya yang haq itu hak, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membezakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita dengan pelbagai cara, untuk menukarkan sesuatu,dari yang hak menjadi bathil dan sebaliknya. Pertama kali mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi kerana terus disosialisasikan dengan muslihat-muslihat menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan ketika itu: keluar berduaan, berkasih-kasihan bukanlah pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi lumrah , seks sebelum nikah menjadi kebanggaan, hiburan yang asyik dan berterusan sehingga melupakan yang wajib adalah biasa,dan budaya materialistik kini menjadi melarat.Semuanya sudah terbalik,dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa ,merasakan ia satu kesalahan dan kemaksiatan.."

"Baik permainan kedua..." begitulah Cikgu melanjutkan hujahnya.

"Cikgu ada Qur'an, akan diletakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri di luar karpet.Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah tanpa memijak karpet ini?"
Pelajar2nya berfikir : ada yang mencuba alternatif dengan tongkat,payung dan bermacam lagi. Akhirnya Cikgu memberikan jalan keluar,digulungnya karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.

" Pelajar-pelajar,begitulah ummat Islam berdepan dengan musuh-musuhnya. ..
Mereka tidak akan memijak-mijak anda dengan terang-terangan kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasa pun tak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mata mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggiran,tanpa anda sedari.Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina tapak yang kukuh.Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan
menghentam berdepan, tapi ia akan perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai
dari tabiat anda, cara hidup, cara berfikir,cara berpakaian,sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam lalu mengikuti cara hidup mereka tanpa disedari, dan itulah yang mereka inginkan.Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran)..”